Warga Kutisari ditemukan Meninggal, Hidup Sebatang Kara


Kurangnya perhatian dan rasa peduli masyarakat terhadap sekitar, warga Kutisari ditemukan dalam keadaan tidak bernafas. Warga berinisial WD (47 tahun) meninggal dunia pada (18/9) perkiraan jam 11.30 WIB didalam rumahnya di Kutisari Utara Gang III, Surabaya. 

Menurut kabar masyarakat sekitar, korban menderita penyakit komplikasi dan tinggal seorang diri setelah berpisah dengan istrinya.  

Iptu Biadi Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo membenarkan temuan jenazah tersebut. Dia menjelaskan berdasarkan keterangan tetangga, korban terlihat terakhir kali pada Jumat (16/9/2022) pagi.

“Tapi pada pagi hari ini tetangga mencium aroma tidak sedap yang berasal dari dalam rumah korban. Dan tetangga baru mulai ngecek agak siangan tadi,” kata Biadi saat dimintai keterangan, Minggu.

Tetangga yang mengetahui kejadian ini kemudian langsung menghubungi Polsek Tenggilis Mejoyo, dan kepolisian langsung mendatangkan Tim Inafis dari Polrestabes Surabaya serta BPBD Surabaya untuk melakukan proses evakuasi.

Berdasarkan keterangan Tim Inafis Polrestabes Surabaya yang disampaikan Biadi terkait kondisi jenazah yang membengkak padahal baru dua hari meninggal, disebabkan karena korban dalam kondisi sakit.

“Selain itu kalau dalam kondisi sakit memang cepat sekali menimbulkan aroma yang tidak sedap,” ujar Biadi.

Untuk saat ini jenazah WD sudah dievakuasi ke RSUD Dr. Soetomo menggunakan ambulans serta didampingi oleh pihak keluarga.

Hal serupa terjadi pada seorang perempuan yang tinggal seorang diri, ditemukan sudah tidak bernyawa di rumahnya di Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur,  Polisi memastikan jasad perempuan yang ditemukan tetangganya itu meninggal akibat sakit.

Banyak warga memiliki rasa tidak nyaman untuk menyampaikan keinginan atau keluh kesahnya, bahkan memilih untuk menghindari interaksi dengan warga karena tidak memiliki apapun. 

Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghindari hal serupa terjadi kembali :

  1. Melalukan pencarian masyarakat yang tidak memiliki keluarga atau tinggal sendirian
  2. Melakukan pendekatan menanyakan hal yang sedang dialami oleh warga tersebut
  3. Melaporkan kepada kepala lurah atau kepala desa bahwa warga tersebut hanya tinggal seorang diri 
  4. Membawa warga yang sedang sakit ke puskesmas terdekat 

 

Setiap masyarakat memiliki hak di Lingkungan Masyarakat

Dikutip dari emodul.kemdikbud.go.id, warga masyarakat memiliki hak-hak sebagai berikut, beserta contoh-contoh pelaksanaannya.

1. Hak Mendapatkan Tempat Tinggal yang Layak

Setiap warga masyarakat berhak mendapatkan tempat tinggal yang layak agar dapat beristirahat serta bersosialisasi dengan warga di lingkungan sekitar. Hak ini dapat dipenuhi Pemerintah salah satunya dengan mengadakan program subsidi atau bantuan pengadaan rumah bagi warga negara.

2. Hak Mendapatkan Pendidikan yang Layak

Setiap warga masyarakat berhak memperoleh pendidikan yang layak sebagai pembentukan karakter dan kepribadian serta transfer ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupannya. Hak ini diatur dalam UUD 1954 Pasal 31 ayat 1: "Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan." Contohnya dengan memberikan akses pendidikan terjangkau seluas-luasnya bagi masyarakat.

3. Hak Mendapatkan Penghidupan yang Layak

Warga masyarakat juga memiliki hak mendapatkan penghidupan yang layak yang diatur dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat 2: "Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan." Contoh pelaksanaan misalnya memberi warga masyarakat jaminan sosial tenaga kerja atau mengadakan program yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Setiap warga masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang layak dalam bidang administrasi dan pemerintah. Contoh pelaksanaan misalnya masyarakat dipermudah dalam mengurus dokumen penting seperti akta kelahiran, KTP, sertifikat tanah, buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB), dan sebagainya.

5. Hak Mendapatkan Pasokan Listrik dari Pemerintah

Negara memiliki sumber daya energi listrik sehingga seluruh warga masyarakat berhak untuk mendapatkan pasokan listrik yang memadai. Hal ini diatur dalam UUD 1945 Pasal 33 ayat 3: "Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat." Contoh pelaksanaannya adalah dengan memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan pasokan listrik lewat sarana yang memadai.

6. Hak Mendapatkan Perlindungan Hukum

Seluruh warga masyarakat sama di hadapan hukum. Karena itu, warga masyarakat berhak mendapatkan perlindungan hukum dari Pemerintah melalui aparat penegak hukum. Hak ini dibarengi dengan kewajiban masyarakat untuk mematuhi hukum yang berlaku. Contoh pelaksanaan misalnya dengan memberi bantuan hukum kepada warga masyarakat yang terlibat dalam proses sengketa.


0 Komentar :

    Belum ada komentar.