Terjebak di antara Realita dan Halusinasi sebagai Penggemar Kpop


[sumber:agency]

Siapa sih yang tidak mengenal Kpop? Tentu saja saat ini hampir seluruh kalangan Masyarakat dunia pasti mengenal Kpop  atau yang biasa disebut dengan Korean pop yakni berupa jenis musik korea yang bergenre pop hiphop. Kpop ini biasanya terdiri dari penyanyi dan penari yang berupa boyband dan girlband. Penyanyi-penyanyi ini biasa disebut dengan Idol. Idol ini banyak sekali mempunyai fans, baik itu didalam negeri maupun diluar negeri.

 

Banyak kalangan yang mengidolakan mereka karena mempunyai jenis musik, suara yang unik dan bagus sehingga tak pelak penyuka Kpop ini semakin banyak menyebar. Selain jenis musik dan suaranya yang bagus, wajah para idol ini juga sangat rupawan, sehingga banyak sekali terutama kaum hawa tergila-gila pada mereka. Bagaimana tidak, suara dan dance yang apik, lalu tampang yang rupawan, siapa sih manusia yang tidak tergila-gila pada mereka. Mereka sangat pantas di idolakan dan memberikan inspirasi bagi banyak kaum untuk bisa bermimpi dan bekerja keras mencapai impiannya. Memang, menjadi idol Kpop itu tidaklah mudah. Berbagai rintangan harus mereka hadapi sebelum menjadi ‘mega bintang’ yang diidolakan banyak orang. Mereka harus melalui beberapa tahap yakni menjadi seorang trainee. Trainee ini merupakan calon-calon mega bintang yang biasanya dilatih oleh suatu perusahaan artis.

 

Mereka akan belajar menyanyi, menari, akting dan sebagainya. Setiap seminggu sekali, para trainee ini akan melewati suatu tes untuk menunjukkan kemampuan mereka. Jika kemampuan mereka meningkat, maka otomatis mereka masih bisa bertahan di perusahaan tersebut. Namun jika trainee ini gagal untuk bisa menunjukkan kemampuannya dengan baik, maka trainee ini akan langsung dikeluarkan dari perusahaan mengingat bagi suatu perusahaan tersebut tidak ada harapan untuk mempertahankan trainee yang tidak berbakat. Trainee ini dilatih selama bertahun-tahun sebelum akhirnya menjadi Idol. Saat menjadi trainee, mereka juga diminta untuk melakukan diet. Mengingat hal ini harus dilakukan sebagai syarat untuk menjadi seorang Idol.

 

Hal ini mau tidak mau harus diikuti oleh trainee ini mengingat hal ini merupakan suatu hal yang wajib karena setiap minggunya para trainee ini akan diperiksa ukuran berat badannya sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Beberapa trainee pun rela melakukan diet ketat sehingga tubuh mereka menjadi sangat proposional. Memang tidak mudah mencapai puncak awan dan menggapai sinarnya. Dibutuhkan kerja lantam mati-matian. Sehinnga ketika akhirnya bisa berada di sinarnya, mereka menikmati hasil kerja keras mereka terdahulu. Mempunyai pundi-pundi fulus ditambah memiliki penggemar yang berlimpah. Penggemar atau fans ini sangatlah menyayangi dan mendukung idolanya sendiri bahkan sampai terobsesi.

 

Mereka sangatlah royal kepada idolanya. Bentuk dukungan yang mereka sematkan yaitu membeli album musik jika idolanya sedang comeback (mengeluarkan single/album terbaru). Bahkan yang lebih luar biasanya lagi, mereka mengadakan sebuah projek khusus saat idolanya sedang berulang tahun dengan cara membeli atau menyewa sebuah tempat umum seperti stadion, mall, restoran, bioskop dan sebagainya untuk merayakan ulang tahun sang idola. Mereka rela merogoh kocek yang dalam demi idola mereka sendiri. Begitulah realita menjadi seorang penggemar yang terobsesi pada idola mereka. Meskipun sebenarnya, idola mereka sendiri pun entah peduli atau tidak pada penggemarnya sendiri. Hal ini juga dirasakan oleh penulis ini yang merasakan bagaimana menyayangi idola kesukaannya. Hehehe. Rasa sayang ini pun terkadang bisa berlanjut menjadi sebuah ilusi atau halusinasi yang terkadang kurang masuk akal. Rata rata para fans pun pasti mengalami hal ini.

 

Mereka terkadang akan membayangkan bahwa mereka menjalin hubungan khusus dengan para idolanya sendiri sehingga menimbulkan sensasi yang menyenangkan.

 

Mereka akan membuat ide-ide kreatif untuk menyalurkan kehaluan mereka melalui media sosial yakni membuat video lucu, membuat cerpen atau novel di sebuah aplikasi buku online yang bernama Wattpad dan sebagainya.

 

Jadi akibat dari kehaluan ini maka terciptalah ide-ide kreatif yang membuat mereka semakin produktif sehingga bisa bermanfaat. Tak pelak pada akhirnya, banyak fans yang kemudian betah untuk menjomblo karena sudah nyaman jika hanya ditemani oleh wajah rupawan idolanya sendiri. Jika sudah sampai pada tahap yang berlebihan, tentu hal ini akan sangat berbahaya pada kondisi fisik dan psikis. Kondisi ini contohnya adalah merasakan jatuh cinta yang berlebihan kepada idolanya sendiri melebihi batas normal perasaan pada umumnya antara penggemar dan idola. Kemudian, fans tersebut akan melakukan berbagai cara untuk dapat menggapai idolanya tersebut meskipun pada kenyataannya hal ini tidak mungkin terjadi karena para fans sendiri pun hanya secercah rengginang dimata para idolanya, hahaha. Fans tersebut kemudian pada akhirnya menjadi fans fanatik dan berbahaya yang diberi julukan ‘Sasaeng’. Sasaeng ini biasanya mengintai kegiatan para idolanya secara diam-diam dengan jarak dekat. Mereka akan melakukan berbagai cara yang ekstrem agar bisa berdekatan dengan para idolanya. Contoh ekstrem yang mereka lakukan adalah menelepon idolanya sesering mungkin.

 

Mereka biasanya mendapatkan nomor telepon idolanya dari orang dalam perusahaan idol tersebut dengan cara membayar mahal. Idol ini pun akan merasa sangat terganggu oleh sasaeng-sasaeng tersebut. Lalu sasaeng ini juga terkadang bisa satu pesawat dengan para idolanya saat idol tersebut akan pergi untuk melakukan tour konser atau pergi berlibur.

 

Sungguh miris sebenarnya melihat kelakuan para sasaeng tersebut. Mereka rela melakukan apa saja tanpa pernah berpikir panjang dan hal itu terkadang bisa membahayakan nyawa mereka sendiri. Untunglah perusahaan/agensi yang menaungi dari idol tersebut menangani sasaeng-sasaeng yang berulah dan menyusutnya sampai tuntas. Bahkan jika sudah kelewat batas, bisa berlanjut melalui ranah hukum. Tentu hal ini akan merepotkan bagi para idol tersebut karena menghadapi sasaeng yang sudah kelewat batas. Untunglah tidak semua fans Kpop seperti itu. Masih ada para penggemar yang normal dan sadar diri bahwa posisinya hanyalah sebagai penggemar, tidak lebih, contohnya seperti penulis ini. Fans normal ini biasnya akan lebih fokus terhadap suatu karya yang dihasilkan oleh idolanya tersebut. Fans normal ini juga biasanya akan terinspirasi dari para idolanya yakni bekerja keras dan pantang menyerah untuk mencapai impian. Meskipun terkadang bisa berhalu juga tetapi masih batas yang wajar dan bisa menghasilkan ide-ide kreatif seperti yang sudah dijelaskan diatas tadi. Hal yang perlu diketahi bahwa para artis idola itu juga sama seperti kita.

 

Mereka melakukan keseharian seperti kita, dan memiliki hari buruk yang juga sama seperti kita. Kecanduan atau fanatisme terhadap idola punya kesamaan dengan kecanduan narkoba, lho hanya saja berbeda objek. Jika kita sudah sangat candu dengan idola, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan pikiran pun menjadi tak karuan maka hal ini sudah tidak rasional dan bisa dikatakan mengalami gangguan kejiwaan. Tentunya, kita tak ingin hal ini terjadi. Untuk itu sebagai fans, sudah sepatutnya kita mengidolakan dengan sewajarnya saja dan memberi persepsi bahwa mempunyai idola boleh saja selama mereka hadir hanya untuk mewarnai hari bukan menguasai diri. Memiliki idola memberikan faktor positif dalam keseharian dan menunjang untuk menjadi orang yang lebih baik.


0 Komentar :

    Belum ada komentar.