Sosialisasi dan Implementasi Pembuatan Bonggolan Ikan Bandeng Dusun Sambiroto Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik


[Mahasiswa KKN Kelompok 1 bersama dengan Perangkat Desa]

 

Desa Balongpanggang adalah salah satu desa yang dipilih sebagai salah satu tempat pelaksanaan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Muhammadiyah Gresik. KKN Reguler ini dilaksanakan dari 25 Juli 2022 hingga 2 September 2022. Secara geografis, dusun Sambiroto  terletak di desa Balongpanggang, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Lokasi dari Desa Balongpanggang berada di sebelah utara berbatasan dengan Desa Pacuh, di sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Kalipadang, di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kedungpring, di sebelah barat berbatasan dengan Desa Kedungsumber. Luas wilayah Desa Balongpanggang yakni 1.191,25 km² yang berada pada ketinggian 500 m dari permukaan laut. Jarak Desa Balongpanggang dari Kabupaten Gresik sejauh 35 km.

Wilayah Desa Balongpanggang  memiliki lima dusun yaitu Dusun Sambiroto, Dusun Balongpanggang, Dusun Mojoroto, Dusun Kalianyar, Dusun Bancidemang. Keseluruhan penduduk Dusun Sambiroto beragama Islam dan mengikuti paham agama Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Pendidikan penduduk Dusun Sambiroto menunjukkan bahwa mayoritas sudah mampu menyelesaikan sekolah dijenjang pendidikan wajib belajar 12 tahun yaitu SD, SMP dan SMA. Secara umum mata pencaharian penduduk Dusun Sambiroto dapat teridentifikasi dalam beberapa sektor yaitu petani, pedagang, PNS, peternak, guru, dan lain sebagainya. Mayoritas pekerjaan penduduk Dusun Sambiroto adalah sebagai petani dan pedagang, pada bagian barat Dusun Sambiroto terdapat lahan pertanian yang dapat menujukkan bahwa di perlukan jumlah warga yang tidak sedikit untuk merawatnya.

 

Sosialisasi dan Implementasi Pembuatan Bonggolan Ikan Bandeng Dusun Sambiroto Kecamatan Balongpanggang bersama dengan Mahasiswa
Sosialisasi dan Implementasi Pembuatan Bonggolan Ikan Bandeng Dusun Sambiroto Kecamatan Balongpanggang bersama dengan Mahasiswa

 

Untuk Program kerja yang lakukan di Desa Balongpanggang yaitu pemberdayaan dan pelatihan para ibu PKK Desa Balongpanggang mengenai pembuatan produk olahan ikan yang berupa “Bonggolan Ikan “, sebagai bentuk dalam menumbuhkan inovasi dan ide kepada para ibu PKK Desa Balongpanggang dalam membangun pengembangan produk UMKM lokal dengan pelatihan pembuatan produk olahan ikan menjadi bonggolan ikan. Mahasiswa KKN UMG memilih menggunakan produk dari olahan ikan menjadi bonggolan dikarenakan makanan ini adalah ciri khas dari Gresik, yang memiliki rentang penyimpanan yang cukup lama tanpa menambahkan bahan pengawet makanan.

Sektor perdagangan yang ada di Desa Balongpanggang  memiliki ukuran yang sangat besar, namun kebanyakan penjual yang ada di pasar atau pedagang sekitar berasal dari luar wilayah Desa  Balongpanggang, namun warga asli Desa Balongpanggang juga memiliki beberapa industri rumahan yang berjalan. Dengan adanya pelatihan pembuatan  ini diharapkan warga Dusun Sambiroto dapat memanfaatkan sumber daya alam yang sudah ada dan memajukan sektor perikanan di daerahnya. Pelatihan ini juga berguna untuk membangun minat warga dusun sehingga mereka terdorong untuk memunculkan jiwa kewirausahaan. Kewirausahaan adalah kemampuan berusaha, mengelola perusahaan yang dapat menciptakan lapangan kerja melalui kegiatan kreatif, inovatif, dan terorganisir. Dalam menciptakan produk baru dan pasar baru disertai keberanian mengambil resiko atas hasil ciptaannya dan melaksanakannya secara terbaik (ulet, gigih, tekun, progresif, dan pantang menyerah) sehingga nilai tambah yang diharapkan dapat dicapai.

Kegiatan pelaksanaan program kerja dilakukan selama satu hari dengan melibatkan mahasiswa dan mahasiswi KKN. Kegiatan dilakukan di balai dusun Sambiroto, Desa Balongpanggang.  Kegiatan berupa pelatihan pembuatan produk makanan cemilan dilakukan pada tanggal 21 Agustus 2022 bertempat di balai dusun Sambiroto, Desa Balong Panggang yang dihadiri oleh ibu- ibu PKK Desa Balongpanggang. Program pelatihan ini kegiatannya  terdiri dari pemberian materi oleh mahasiswa dan mahasiswi KKN pada ibu-ibu PKK Desa Balongpanggang  dilanjutkan dengan praktek pembuatan produk dan pengemasan produk.

Pembuatan olahan produk makanan ini cukup mudah dan sederhana, serta tidak memerlukan keterampilan khusus. Pengetahuan tentang bahan-bahan yang digunakan mudah dipahami. Dalam proses pembuatan produk yang dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran dalam mengikuti setiap tahapan pembuatan. Produk yang sudah jadi bisa dinikmati dengan cara digoreng terlebih dahulu dan juga bisa disimpan sebagai stok makanan dalam bentuk makanan beku.

Kegiatan menghasilkan olahan ikan menjadi produk makanan atau camilan yang bisa dinikmati langsung oleh partisipan. Pembuatan produk makanan bonggolan ikan terdiri dari bahan yang berupa tepung terigu, tepung tapioka, filet ikan (untuk jenis ikannya biasanya cenderung bandeng, tongkol, mujair) , merica bubuk, garam, penyedap rasa  dan bawang putih. Dalam proses pembuatan olahan produk makanan ini langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembuatan olahan ikan menjadi produk “Bonggolan Ikan”. Selanjutnnya proses pencampuran bahan yang telah disiapkan, dan memasukkan adonan bahan kedalam alas dari daun pisang dan dibentuk memanjang seperti lontong, selanjutnya yakni proses pengukusan. Setelah proses pengukusan kurang lebih 1,5 jam, dilanjutkan dengan proses pengemasan. Pada akhir acara, partisipan diberi lembaran kritik dan saran. Aspek yang ditinjau meliputi semua tahapan pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan hasil kritik dan saran menunjukkan bahwa partisipan yang berasal dari ibu PKK Desa Balongpanggang sangat senang dan tertarik dengan kegiatan ini. Menurut para partisipan, membuat olahan ikan menjadi produk makanan atau camilan yang dapat dibekukan merupakan hal yang baru dan bermanfaat, baik dari segi gizi maupun untuk usaha baru atau dikonsumsi sendiri.

Artikel ini ditulis oleh Wahyu Thahara Kusumaning Putri dan Mukminatin.


0 Komentar :

    Belum ada komentar.