Pendemo Ditemui Wagub Jatim, Janji Suarakan Tuntutan Buruh Kepemerintah Pusat.


Aksi demonstrasi ribuah buruh pada (19/09) yang diinisiasi oleh Gerakan Aliansi Serikat pekerja/buruh Jawa Timur (GASPER) dengan tiga tuntutan : Menolak kenaikan harga BBM, menolak Omnibus Law, dan menaikkan upah minimum. Aksi yang dilakukan di depan gedung Grahadi sebagai titik kumpul sebanyak 2.213 personel kepolisian diterjunkan untuk melakukan pengamanan. Jumlah buruh diperkirakan 20.000 buruh dari berbagai wilayah Jawa Timur. Para aksi mulai memadati jalan sejak pukul 10.00 WIB dan menuju titik penyebaran yang sudah ditetapkan

Titik penyebaran personel disebar beberapa titik, mulai dari CITO atau bunderan Waru, gedung negara Grahadi dan kantor pemprov Jatim. Jalur yang dilalui dari jalan A. Yani, jalan raya Darmo, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Embong Malang, jalan Bubutan dan jalan Pahlawan.

Aksi demonstrasi ribuan buruh hari ini yang mengharapkan kehadiran Gubernur Jatim tidak terpenuhi lagi. Sebagai gantinya mereka menyampaikan tuntutan kepada Emil Dardak Wakil Gubernur Jatim. Terkait tuntutan yang disampaikan pendemo, Emil mengatakan akan membahas lebih lanjut bersama dengan perwakilan buruh untuk menyuarakan ke pemerintah pusat.

"Terima kasih menyampaikan aspirasi dengan tertib. Saya sampaikan salam paling hormat dan sayang dari Bu Gubernur dari Bondowoso. Saya dan Pak Sekda ditugasi bertemu perwakilan njenengan (buruh)," kata Emil.

“Tantangan kami adalah keterbatasan. Tapi kami yakin jenengan di sini punya rasa percaya, kami akan memperjuangkan yang terbaik. Saya tidak perlu respon satu-satu tapi kita akan duduk lebih kecil lagi, kita rumuskan nanti pasti ada titik temunya. Bukan ditolak tapi ada pembahasaan yang pas,” tuturnya.

Hal yang sama juga yang disampaikan saat  menemui ribuan pendemo yang masih menunggu di Jalan Pahlawan depan Kantor Gubernur Jatim usai audiensi. Pihaknya akan menyusun rekomendasi yang menyuarakan tuntutan para pendemo ke pemerintah pusat.

“Kami akan segera menyusun dengan perwakilan, menyusun rekom menyuarakan aspirasi dan usulan saran dari panjenengan semuanya pada pemerintah pusat dalam waktu sesingkat-singkatnya,” kata Emil.

"Tadi sudah menyampaikan, saya catat satu persatu, supaya tidak terlewat aspirasi jenengan semua. Kami mengemban amanah masyarakat Jatim, tentu wajib meneruskan aspirasi jenengan ke pemerintah pusat," sambungnya.

"Di antaranya aspirasi terkait situasi dan tantangan muncul akibat kenaikan harga BBM. Ini akan kita tuangkan dalam surat rekomendasi ke pemerintah pusat. Dan kami sampaikan dan mempertegas apa yang telah Ibu Gubernur sampaikan agar ada pemerintah pusat meninjau ulang UU Ciptaker agar bisa kemudian ditinjau ulang terutama terkait klaster ketenagakerjaan," bebernya.

Sementara salah satu korlap buruh, Andi Gena Nena Wea mengatakan aksi buruh di Jatim dilakukan secara damai. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ini meminta Gubernur Jatim Khofifah segera mengirim surat rekomendasi ke Presiden Jokowi soal keberatan kenaikan BBM.

"Kami datang langsung ke Jatim untuk memimpin aksi serikat buruh di Jatim, saya berharap Gubernur Jatim bisa mengeluarkan surat rekomendasi khususnya untuk Presiden Republik Indonesia terkait kenaikan BBM," kata Andi.

Pasca ditemui Wagub Emil, buruh mulai membubarkan diri. Arus lalu lintas di sekitar Jalan Pahlawan berangsur normal kembali.



0 Komentar :

    Belum ada komentar.