Nostalgia SMA SSC-IKATETRASMA Gowes Jogja


[Salah satu tanjakan di jalur gowesnya artis Luna Maya Kulonprogo Jogja]

Jogjakarta - Nostalgia SMA menjadi warna tersendiri ketika alumni SMA Negeri 4 Surabaya yang tergabung dalam SSC-IKATETRASMA mengadakan Gowes Bareng di Jogjakarta.

Selama dua hari penuh di bulan September,  Sabtu dan Minggu (17-18), itu sekitar seratus penggemar sepeda onthel (goweser) dari berbagai kota berbagi keceriaan di Kota Wisata dan Budaya tersebut.

Mereka bersua untuk berbagi cerita dan gowes bersama. Pagi menjelang berangkat semua peserta wajib berseragam Putih Abu-abu.

Mereka berangkat pagi hari dari Terminal Joyoboyo, Surabaya sekitar jam 7. Suasana anak sekolah yang sudah tidak remaja lagi ini mewarnai terminal yang sudah tidak kumuh lagi.

Selama lima jam mereka melakukan perjalanan darat dengan dua bus bera-Ac. Sampai di Kota Gudeg menjelang duhur.

Sesampainya di Jogja,  para awak goweser yang didampingi duet panitia Cak Ribut Santoso dan Mbak Renny J Soeprijo ini langsung disambut Ketua Umum IKATETRASMA, Lukitasari. 

Wanita energik dan murah senyum ini sudah menyiapkan hidangan makan siang di Rumah Makan Gudeg Mbarek Bu Hj Ahmad.

Tegur sapa dan cipika-cipiki mewarnai pertemuan Sang Ketua yang karib disapa Qiqie ini. Lantunan musik solo gitar plus gendang mengiringi pertemuan mereka.

Qiqie membuat surprise di pertemuan itu. Iya mengeluarkan kue tart untuk yang berulang tahun.

WhatsApp Image 2022-09-20 at 15.29.44.jpeg
Ketua Umum IKATETRASMA Lukitasari (tengah) dan Wakil Ketua SSC-IKATETRASMA Renny J Soeprijo saat memberikan santunan kepada wakil salah satu Panti Asuhan di Jogja

Kontan saja lagu kebanggaan," Happy birthday to you," melantun syahdu di kerumunan para alumni. Renny, si wakil ketua SSC-IKATETRASMA terus melempar senyum. Bahagia!

Suasana makan siang langsung ceria. Seceria siang itu. Lima bangku ukuran panjang sudah siap gudeg untuk santap makan siang.

Tak lama bersua di sini, Qiqie yang dikenal dengan Bu Ketum langsung ngajak balik kanan menuju penginapan yang sudah disediakan. Mess Wira Angkasa.

Setelah semua sepeda loading turun dari truk milik TNI AL dan siap dipancal, saat itu pula para goweser langsung mengaspal. Tak sempat rebahan. Apalagi tidur.

Kaos seragam lengan panjang warna hijau mewarnai gowes hari pertama. Menuju Tugu Jogja, Malioboro dan Keraton.

Mobil Patwal yang didatangkan Ning Qiqie dari Polisi Militer dan Ambulans sudah standby di garis start. Setengah jam sebelum berangkat pengurus IKATETRASMA terlebih dahulu berbagi rejeki dengan anak- anak Panti Asuhan di sekitar penginapan.

Qiqie dan Renny minta doa dengan pengasuh panti yang juga pengelola pondok itu. Sungguh inilah event gowes ceria yang relegius.

Seminggu sebelum kehadiran mereka, Kota Jogja baru saja menggelar event profesional Tour De Muria 2022. Namun event besar yang diikuti road biker se-Indonesia, itu tak semurah acara gowes yang dihelat SSC-IKATETRASMA.

Harga tiketnya lumayan mahal. Peserta hanya dapat jersey dan medali. Penginapan dan makan ditanggung peserta sendiri.

Nah, inilah istimewanya event yang digelar Arek-arek SSC-IKATETRASMA, murah banget. Pesertanya hanya dipungut Rp 300 ribu.

Fasilitasnya? Warbiasa! Dapat kaos lengan panjang dua warna. Makan empat kali dan penginapan gratis. 

Super istimewa!  Selama  nggowes mereka dikawal  Mobil Patwal dari Polisi Militer dan sebuah mobil ambulans.

Tak ayal lagi membuat pesertanya yang rata-rata Lansia merasa, aman dan nyaman selama mengaspal.

Ketua panitia H Ribut Santoso menyebut murah meriahnya event perdana keluar kota ini tidak lepas dari dukungan Ketua Umum IKATETRASMA, Lukitasari.

"Selain ada Mbak Renny (Wakil ketua bidang Gowes IKATETRASMA,red.), Mbak Qiqie (sapaan Lukitasari) juga membackup total kelangsungan event ini," ujar Cak Ribut.

Awalnya event ini dipatok 77 peserta dari internal alumni. Namun kuota itu tak terpenuhi hingga panitia memberi kesempatan lintas alumni untuk gabung.

Harga keikutsertaannya? Tak berubah! Tetap sama dengan alumni SMA Negeri 4. Rp 300 ribu!

Sehingga peserta yang juga dari lintas alumni SMA se-Surabaya ini tidak perlu merogoh kocek berlebihan. "Cukup mereka bawa sangu untuk beli oleh-oleh khas Jogja," kelakar Renny. 

Renny dan Ribut menyebut Jogja sebagai destinasi wisata gowes para alumni tidak lepas dari usulan Mbak Qiqie. "Di Jogja ada mess perwira yang bisa dipakai untuk menginap," sebut Qiqie yang juga istri salah satu perwira tinggi di TNI AL ini.

Kepada media ini, Qiqie mengakui kapan lagi bisa  menyenangkan para alumni yang hobi bersepeda. Juga untuk silaturahmi alumni lain yang tidak mampu bersepeda.

Setelah Jogja, Qiqie sudah punya planing Gowes Bareng yang lebih hebot di bulan November nanti. Malah bulan Oktober juga ada agenda karena banyak peserta yang puas.

"Tunggu tanggal mainnya ya. Saya ingin alumni SMA Negeri 4 ini keren dan tidak dipandang sebelah mata," ucapnya sembari tersenyum. Renyah.

NITE RIDE

Teknis pelaksanaan Gowes Jogja SSC-IKATETRASMA ini boleh dibilang cukup profesional. Satu truk mobil loading dari Lantamal V disiapkan mengangkut 70 lebih sepeda pulang-pergi.

Bahkan ketika loading menuju area gowes di Kulonprogo truk milik tentara ini bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Sepeda lipat ( Seli) yang rata-rata berharga mahal tertata rapi dan aman sepanjang perjalanan. Begitu cara menaikkan dan menurunkan sepeda peserta tidak butuh waktu lama untuk siap pancal.

Cak Giek yang ditunjuk sebagai koordinator lapangan bersama rekan- rekannya bekerja cergas. Sesampainya di Jogja panitia juga menyiapkan sepeda sewa untuk peserta yang tidak bawa sepeda dari Surabaya.

Mereka Gowes pertama dengan pengawalan mobil milik Polisi Militer. Nite Ride kali ini diakhiri dengan makan malam bersama di Mie Kadin.

Usai melepas lelah dan dahaga mereka Rite Nite lagi menuju penginapan di Wira Angkasa.

Sesampai di penginapan tengah malam, panitia langsung meloading lagi sepeda peserta. 

Keesokan harinya, tepat pukul 06.00 pagi mereka sudah harus berangkat menuju Pasar Robo sebagai start  gowes di jalur yang biasa dipakai artis Luna Maya gowes.

Jalur yang dua sisinya terbentang sawah nan luas dan arus sungai yang deras, membuat suasana gowes pagi itu terasa nikmat.

Usai mengaspal di jalan mulus, goweser singgah di rumah makan tepi sawah Geprek Pari untuk sarapan plus makan siang.

Peserta menikmati hidangan makanan khas Jawa plus iringan musik solo gitar dari seorang pengamen yang diberi ruang untuk menghibur pengunjung.

Usai sarapan rombongan dua bus ini meluncur ke kota untuk belanja dan beli oleh-oleh sebelum kembali ke Surabaya. 

Mereka sampai di Terminal Joyoboyo sebagai Tikum ( Titik Kumpul) sekitar pukul 23.00 WIB.

"Kami puas ikut acara ini.  Warbiasa pelayanan panitia. Rute gowesnya mantab," sebut salah satu peserta dari lintas alumni.

Mbak Qiqie sebelum balik ke Jakarta mengaku puas atas pelaksanaan event ini. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua panitia dan alumni atas partisipasinya.

"Kami mohon maaf kalau ada kekurangan di sana-sini karena manusia tidak luput dari kekhilafahan," ujarnya.

Komentar senada juga disampaikan Mbak Renny. Ia bersyukur Gowes Jogja berlangsung lancar dan sesuai schedule. 

Ini semua, katanya, tidak lepas dari dukungan peserta yang disiplin dan bisa merampungkan rute. Khususnya di hari kedua.

"Asyik bisa menaklukkan rute yang biasa dipakai Luna Maya Gowes. Kikik," ucapnya.

Dia juga trenyuh denganyang mayoritas usia lanjut tapi semangat mudanya untuk bersepeda masih tinggi.

"Syukur alhamdulillah mereka happy, sehat dan selamat tidak ada eksiden apapun," tutup Renny. (Cak Amu)


0 Komentar :

    Belum ada komentar.