Manajemen Juventus Bubar, Massimiliano Allegri Dipecat!


Posisi Allegri sebagai pelatih Juventus semakin terancam. Pasalanya Bianconeri hanya meraih dua kemenangan dari sepuluh pertandingan. Dua menang, empat kali imbang, dan satu kali menelan kekalahan. Belum lama ini juga Juventus harus kalah dari tim promosi, Monza. Tentu ini adalah hal memalukan bagi tim besar Italia seperti Juventus. Saat ini Bianconeri sendiri berada di posisi kedelapan klasemen sementara Liga Italia, dengan raihan point 10. 

Hal ini membuat Juventus mendesak agar memecat kepala pelatih, Massimiliano Allegri. Claudio Marchisio tidak ingin melihat mantan timnya terus mengalami kekalahan lagi. Usai kekalahan Juventus pada pertandingan melawan Monza, Claudio Marchisio melontarkan komentar yang sangat tidak enak. "Masalahnya bukan karena Juve kalah, karena hal itu bisa saja terjadi. Namun, kalah melawan Monza tanpa tembakan ke gawang. Ada keterputusan total antara tim, pelatih, dan klub," ujar  Claudio Marchisio pada program tv La Domenica Sportiva di RAI.

Kekalahan dari pertandingan ini membuat ricuh protes terhadap Juventus dari para fans, menuntut untuk melengserkan Allgeri dari kursi kepelatihannya. "Saya tidak sepakat bahwa tim ini mendatangi (fans) dan meminta maaf ke Curva. Dalam padangan saya, Juventus melakukan apa yang mereka bisa," kata Tardelli setelah pertandingan kontra Monza yang berakhir kalah 1-0.

WhatsApp Image 2022-09-20 at 17.45.58.jpeg
Sumber: Instagram juventus

Pertandingan tersebut juga semakin membuat nama baik Juventus tercoreng dan ditambah dengan Angel Dimaria, pemain baru Juve yang diberi kartu merah, pada babak pertama.

Dilihat dari pandangan Tardelli, masalah yang menimpa Juventus saat ini bukanlah semata-mata dari pelatihnya, melainkan ada masalah juga dari sisi teknis klub. "Ada beberapa masalah lainnya, dimulai dengan klub dan pelatihan atletik tim," ulas Tardelli.

Disisi lain menurut Tardelli, jika Juventus ingin mendepak Allegri dari kursi kepelatihannya, maka manajemen yang memutuskan untuk mengontrak Allegri juga harus pergi. Hal ini juga pernah terjadi pada rezim Andrea Pirlo dulu.  Tardelli juga mendambahkan bahwa ia lebih suka jika Juventus tetap bersama dengan Allehgri hingga akhir musim 2022-2023 bagaimanapun hasilnya. 

skysports-antonio-conte-tottenham_5405554.jpg
Sumber: skysport.com

Berita Allegri akan di pecat oleh Juventus, terdengar sampai ke klub Inggris, Tottenham Hotspur. Pasalnya klub asal inggris itu, saat ini dilatih dengan mantan pelatih Juve, yakni Antonio Conte. Mendengar hal itu membuat Tottenham khawatir bahwa Conte akan balik ke Italia untuk melatih Juventus kembali. Kekhwatiran tersebut muncul ketika jurnalis sepak bola Italia Polo Bargiggia, mengatakan bahwa Conte tidak akan memperpanjang kontraknya dengan klub asal London itu, dan akan langsung melatih Juventus begitu Allegri di pecat.

"Jika manajemen Juventus tidak bisa menahan godaan untuk mengeluarkan Allegri, maka pilihan akan jatuh ke tangan Conte, yang tidak sabar untuk kembali dan karena alasan ini tidak akan memperbarui kontraknya dengan klub Liga Inggris," Cuit Bargiggia.

Mantan kiper Spurs, Paul Robinson mengatakan bahwa sampai Conte mempersembahkan trofi kepada Tottenham, rumor tersebut akan terus berlanjut sampai kapan pun, bahwa dia akan pindah dari Tottenham.

"Selama Spurs tidak memilik trofi atau penantang serius di Liga Premier atau Liga Champions, dia akan terus dikaitkan dengan tugas lain. Dia adalah manajer kelas satu dan tim lain menginginkannya." Ujar Robinson.

Robinson percaya bahwa Conte akan terus membangun Tottenham menjadi klub penentang "gelar, sehingga tim akan mencapai posisi istimewa. "Kita harus melakukan yang terbaik." "Saya pikir Liga Premier sangat sulit." Ucapnya.


0 Komentar :

    Belum ada komentar.