Inovatif! Mahasiswa UMG Memberdayakan Masyarakat Desa Kedungpring dengan Memanfaatkan IPTEK


[Mahasiswa KKN Kelompok 2 Bersama dengan Perangkat Desa]

Kedungpring adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Di desa Kedungpring mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah berwirausaha dan bertani. Kedungpring dibagi menjadi 4 (empat) dusun, yakni Dusun Kedungpring, Dusun Pilangrejo, Dusun Wates, dan Dusun Kedungrukun. Dari ke 4 (empat) pembagian tersebut, masing-masing dusun memiliki sejarah dan asal muasal yang berbeda dan dusun Kedungpring lah yang memiliki asal muasal paling tua dibandingkan dengan dusun yang lain. Dengan kearifan lokal para sesepuh pada saat itu ke 4 (empat) dusun tersebut dijadikan menjadi satu yaitu Desa Kedungpring.

 

Ibu-ibu PKK Desa Kedungpring Mengapresiasi Kinerja Mahasiswa
Ibu-ibu PKK Desa Kedungpring Mengapresiasi Kinerja Mahasiswa

 

Desa kedungpring adalah desa yang memiliki potensi besar dalam ekonomi sebab desa kedungpring memiliki letak geografis yang ideal, Desa Kedungpring memiliki pasar 24 jam yang besar dan menjadi pusat perdagangan dari berbagai daerah sekitar kedungpring seperti dari Kabupaten Lamongan, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Gresik.

 

Perekonomian di Desa Kedungpring terindikasi baik jika dibandingkan dengan desa-desa di Kecamatan Balongpanggang lainya. Hal tersebut terlihat dari segi ketimpangan sosialnya yang tidak terlalu jauh dan hampir merata karena masyarakat desa didominasi oleh profesi sebagai pengusaha, dan pihak pemerintah desa turut serta membantu dalam perkembangan penduduknya seperti pemberian fasilitas berupa lapak dagang pada peristiwa yang melibatkan banyak masa seperti pada event bazar di acara 17 agustusan guna menarik minat pembeli dan memperkenalkan produk usaha di khalayak. Pemberian lapak menggunakan sistem sewa sehingga dapat mempermudah masyarakat Desa Kedungpring dalam menjalankan usaha.

 

Mahasiswa Menyampaikan Materi Pelatihan
Mahasiswa Menyampaikan Materi Pelatihan

 

 

Dalam bidang pertanian Desa Kedungpring tergolong maju tetapi hanya seperempat masyarakat yang berkecimpung di bidang pertanian, petani desa setempat memiliki kelompok tani berupa GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) yang menjadi himpunan untuk para petani di desa kedungpring untuk saling bertukar informasi guna pengembangan sumber daya pertaniannya. Sistem pertanian di Desa Kedungpring masih menggunakan metode tradisional dan irigasi mengunakan air hujan. Selama musim penghujan para petani menanam padi dan pada musim kemarau menanam kangkung.

Suasana Pelatihan di Balai Desa Kedungpring
Suasana Pelatihan di Balai Desa Kedungpring

Hasil peninjauan dari kelompok 2 menilai pengenalan IPTEK masyarakat Desa Kedungpring masih belum maksimal sehingga masih banyak masyarakat yang tidak melek teknologi. Masyarakat mengeluh dengan promosi yang sulit dan masih mengunakaan cara konvensional (tradisional) seperti penyebaran promosi dari mulut ke mulut. Di samping itu juga banyak dijumpai pelaku UMKM yang masih tidak mengetahui tentang manajemen keuangan dan sering pelaku usaha sulit untuk menghitung laba dan rugi juga tidak bisa mengetahui permasalahan dan resiko yang akan di hadapi oleh pelaku usaha di Desa Kedungpring. Berdasarkan pokok permasalahan tersebut, maka mahasiswa UMG melakukan program pembangunan dan peningkatan ekonomi desa dengan pengenalan IPTEK.

 

Ilustrasi Desain Label Produk dengan Menggunakan Aplikasi Canva
Ilustrasi Desain Label Produk dengan Menggunakan Aplikasi Canva

 

Pelatihan yang dilakukan antara lain:

  1. Membuat desain dengan memanfaatkan aplikasi Canva dalam rangka untuk optimalisasi pengenalan produk usaha agar lebih menarik dan lebih mudah di kenal khalayak;
  2. Penyajian laporan keuangan terhadap pelaku UMKM di Desa Kedungpring agar pelaku UMKM dapat mengetahui laba rugi usaha serta meminimalisir resiko yang tidak di inginkan;
  3. Untuk mengurangi biaya promosi karena desain pamflet bisa di buat dengan kreasi sendiri.

Melalui pelatihan yang telah dilakukan, masyarakat desa diharapkan dapat merasakan kemudahan dan manfaat dari penggunaan IPTEK dalam mengelola usaha.

 

Artikel ini ditulis oleh Mochammad Afif Lutfi dan Eva Nur Diana.

 

 

 

 

 


1 Komentar :