Dampak dan Cara Menyikapi Akibat Naiknya Harga Bahan Bakar Minyak (BBM)


WhatsApp Image 2022-09-13 at 10.59.40.jpeg
Sumber: Aktual.com on Pinterest

 

Pada tanggal 3 September 2022 lalu pemerintah resmi menaikkan harga BBM jenis solar, pertalite dan pertamax. Masing-masing menjadi Rp 6.800 per liter untuk solar, Rp 10.000 per liter untuk pertalite, dan Rp 16.500 per liter untuk pertamax.

Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memiliki dampak yang cukup luas, baik dari sisi inflasi dan juga dari sisi jumlah kemiskinan. Menyadari hal tersebut, pemerintah melakukan perhitungan dengan cukup teliti untuk melindungi masyarakat yang kurang mampu. Kenaikan harga BBM tentu sangat mempengaruhi inflasi. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memperkirakan bahwa kenaikan BBM akan mendorong inflasi untuk dua bulan di awal. Pada bulan-bulan selanjutnya tingkat inflasi akan kembali pada polanya. Ketika permintaan meningkta sementara stok barang yang tersedia tidak memadai, maka akan terjadi kenaikan harga barang.

Naiknya harga barang-barang pokok juga termasuk salah satu dari dampak naiknya harga BBM. Misalnya seperti tarif listrik, harga sembako, transportasi dan lain-lain. Dengan naiknya harga barang-barang pokok, pengeluaran masyarakat juga akan semakin besar. Sehubungan dengan itu kenaikan harga BBM juga akan memicu peningkatan angka kemiskinan masyarakat dan pengangguran.

WhatsApp Image 2022-09-13 at 11.09.06.jpeg
Sumber: Engin Akyurt on Pexels

 

Sehubungan dengan meningkatnya harga BBM tidak seharunya menjadi pemicu rasa amarah kita pada pemerintah, karena hal tersebut hanya akan membuat hidup kita semakin sulit. Lalu bagaimana kita menyikapi kejadian tersebut dengan bijak? Adapun beberapa cara yang bisa diterapkan dalam menyikapi pengeluaran yang semakin meningkat:

pexels-karolina-grabowska-4475523.jpg
Sumber: Karolina Grabowska on Pexels

 

1. Melatih Diri Untuk Membiasakan Budaya Hemat dengan Cara Mengurangi Pengeluaran Konsumtif

Misalnya kita bisa mengubah mulai dari gaya hidup kita sehari-hari. Yang pada mulanya kita terbiasa membeli makan-makanan siap santap di luar yang justru akan lebih memakan banyak biaya mulai saat ini kita bisa lebih hemat dengan memasak makanan sendiri. Hal tersebut bisa lebih mengirit pengeluaran sehari-hari. Bagi para perokok yang dalam satu hari bisa menghabiskan 3 atau lebih batang rokok, mungkin bisa dikurangi menjadi 1 batang rokok perhari atau bahkan bisa berhenti merokok. Selain dapat menghemat biaya, berhenti merokok dapat menjadikan tubuh kita lebih sehat dan terhindar dari penyakit yang tidak di inginkan.

WhatsApp Image 2022-09-13 at 11.15.25.jpeg
Sumber: Minh Tri on Pexel

 

2. Menggunakan Transportasi Non BBM

Kita bisa mengganti kendaraan BBM dengan kendaraan non BBM. Yang semula kemana-mana mengendarai sepeda motor atau mobil kita bisa mengganti dengan sepeda onthel untuk perjalanan dekat. Atau kita bisa berjalan kaki bagi yang masih sehat dan bugar. Selain bisa menghemat pengeluaran juga dapat membuat tubuh kita menjadi sehat dan bugar.

WhatsApp Image 2022-09-13 at 11.18.07.jpeg
Sumber: Mentatdgt on Pexels

3. Memaksimalkan Jumlah Penumpang dalam Satu Kendaraan

Misalnya bagi yang memiliki kendaraan, bisa digunakan untuk janjian pergi dan pulang kerja bersama. Ketika banyak yang berpartisipasi maka biaya pengeluaran untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa lebih ringan.

WhatsApp Image 2022-09-13 at 11.22.38.jpeg
Sumber: August de Richelieu

 

4. Mengurangi Kegitan di Luar Rumah untuk Urusan yang Tidak Penting

Bagi anak-anak muda yang masih suka dunia pertongkrongan mungkin bisa lebih mengurangi hal tersebut. Boleh sesekali untuk menjalin relasi antar anak muda ataupun kegiatan yang lebih bermanfaat. Kita juga lebih bisa mengatur waktu belanja atau rekreasi yang lebih berkualitas. Lalu perbanyak melakukan pertemuan dengan anggota keluarga. Semakin sering kita meluangkan waktu dengan keluarga, hubungan satu sama lain akan semakin terjaga dan harmonis.

Semoga tips dalam menyikapi kenaikkan BBM dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Kita bisa lebih bersyukur atas kenikmatan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tetap semangat dan optimis dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.


0 Komentar :

    Belum ada komentar.