Akui Kesalahan, Eko Kuntadhi Datang ke Ponpes Lirboyo untuk Minta Maaf.


 

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi, datang mengunjungi Ponpes Lirboyo pada Kamis, (15/09/22) guna minta maaf atas perlakuannya di media sosial. Pada cuitannya di Twitter, Eko telah menghina Ustazah Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa Ning Imaz. Setibanya di Ponpes Lirboyo, Eko Kuntadhi yang didampingi oleh Mohamad Guntur Romli langsung diterima oleh Pengurus Ponpes Lirboyo Kediri, Oing Abdul Muid dan Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil. “Tadi langsung dari yang bersangkutan sudah bertemu dan menyampaikan maksud serta tujuannya. Dan dijawab juga langsung oleh yang bersangkutan (Ning Imaz dan Gus Rifqil Muslim, suami dari Ning Imaz) dan ada kesepakatan,” Kata Gus Muhid, di Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Kamis petang. Eko beserta para pengurus Ponpes, langsung menggelar pertemuan tertutup.

"Kehadiran saya kesini cuma satu, saya merasa telah melakukan kesalahan, saya datang ke sini untuk minta maaf. Untuk kesalahan itu nggak ada alasan, saya salah dan saya ke sini untuk minta maaf," ujar Eko usai pertemuan dengan perwakilan Ponpes Lirboyo.

Setelah melakukan pertemuan, selama kurang lebih satu jam di Auditorium Pondok Lirboyo, terciptalah enam kesepakatan perihal penghinaan Eko tehadap Ning Imaz. Adapun enam perihal tersebut dijelaskan oleh Gus Muid yakni.

WhatsApp Image 2022-09-16 at 10.52.33.jpeg
Sumber : Nu Online
  1. Eko Kuntadhi meminta maaf dan menyampaikan penyesalan atas unggahannya di Instagram dan di Twitter yang berisi cacian dan kebencian terhadap Ning Imaz.
  2. Saudara Eko Kuntadhi mengakui kesalahan dan kekhilafannya pada perbuatannya itu, dan siap bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
  3. Di antara taggung jawabnya itu, Eko menyampaikan permohonan maafnya langsung kepada Ning Imaz dan keluarga secara terbuka di depan media.
  4. Ning Imaz atas petunjuk dari Masyayikh Ponpes Lirboyo telah menerima langsung permohonan maafnya dari Eko Kuntadhi. 
  5. Pondok Pesantren Lirboyo, meminta kepada Eko Kuntadhi untuk menjadikan kasus ini sebagai pelajaran agar lebih pintar dan bijak lagi dalam menggunakan media sosial.
  6. Pesantren Lirboyo berharap media sosial untuk tidak dijadikan sebagai sarana menyampaikan ujaran kebencian dan penghinaan, Tapi untuk menyampaikan kebaikan, sarana untuk berdakwah dan menyebarluaskan informasi yang bermanfaat.

     Dalam unggahan nya di Twitter, yang ia ambil dari video di Tiktok, ternyata diberi caption yang sangat buruk. “Tolol tingkat kadal. Hidup kok cuma mimpi selangkangan" cuitan Eko di Twitter. Akibat dari perlakuannya itu, Eko langsung mendapat teguran dari akun Nadirsyah Hosen @na_dirs alias Gus Nadir, dengan cepat ia hapus status nya tersebut. Namun warganet lebih cepat darinya dan sudah tersebar luaskan videonya. Cuitan nya itu ia lontarkan dalam video yang menampilkan Ning Imaz ketika memberikan ilmu kepada penontonnya.

Diketahui bahwa Ponpes Lirboyo merupakan Ponpes yang besar dan salah satu Ponpes yang terkemuka di Indonesia. Ponpes tersebut sudah berdiri sejak tahun 1910 dan pernah terlibat dalam penjajahan. Ponpes Lirboyo juga memiliki banyak santri dan juga banyak alumni.

Setelah kejadian tersebut, dan membuat kegaduhan, Eko Kuntadhi mundur dari Ketua umum Ganjarist. "Buntut dari cuitan saya yang sempat menciptakan kegaduhan, membuat saya harus mengambil keputusan mundur dari Ketua Umum Ganjarist," Kata Eko. Sumber : Detik.com Rabu,(13/9/22). "Ganjarist adalah organ relawan yang selama ini berjuang mendukung putra terbaik Indonesia Ganjar Pranowo untuk maju sebagai pemimpin nasional," lanjutnya.



 

 


0 Komentar :

    Belum ada komentar.